<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kawista.com</title>
	<atom:link href="http://kawista.com/resources/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kawista.com/resources</link>
	<description>the java cola</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Sep 2010 03:18:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Sirup Kawis Rembang Oleh-oleh Favorit Pemudik</title>
		<link>http://kawista.com/resources/sirup-kawis-rembang-oleh-oleh-favorit-pemudik/</link>
		<comments>http://kawista.com/resources/sirup-kawis-rembang-oleh-oleh-favorit-pemudik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Sep 2010 01:19:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kawista.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liputan Media]]></category>
		<category><![CDATA[kawis]]></category>
		<category><![CDATA[kawista]]></category>
		<category><![CDATA[sirup kawis]]></category>
		<category><![CDATA[sirup kawista]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kawista.com/resources/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Suara Merdeka. Hampir semua wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, memilih sirup kawis sebagai oleh-oleh Lebaran. &#8220;Kami belum pernah melewatkan sirup kawis sebagai oleh-oleh Lebaran saat pulang kembali ke Jakarta. Sebab, sirup kawista hampir tidak bisa dijumpai di daerah lain,&#8221; kata Sumaryono, salah satu warga Jakarta asal Rembang, saat ditemui di Gerai penjualan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/09/13/64909/Sirup-Kawis-Rembang-Oleh-oleh-Favorit-Pemudik">Suara Merdeka</a>. </strong>Hampir semua wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, memilih sirup <a href="http://www.kawista.com/">kawis</a> sebagai oleh-oleh Lebaran.<br />
&#8220;<em>Kami belum pernah melewatkan sirup kawis sebagai oleh-oleh Lebaran  saat pulang kembali ke Jakarta. Sebab, sirup <a href="http://www.kawista.com/">kawista</a></em><em> hampir tidak bisa  dijumpai di daerah lain</em>,&#8221; kata Sumaryono, salah satu warga Jakarta asal  Rembang, saat ditemui di Gerai penjualan Sirup <a href="http://www.kawista.com/">Kawis</a>, Toko Dewa Burung,  di Rembang, Senin (13/9).<span id="more-16"></span></p>
<p>Selain itu, sirup <a href="http://www.kawista.com/">kawis</a> juga disebut sebagai salah satu `trade mark`  Rembang yang juga terkenal dengan sebutan kota garam. &#8220;The Java Cola  atau cola dari Jawa, menurut saya juga merupakan julukan yang pas untuk  sirup kawis,&#8221; kata Henky Condro, salah satu warga Jakarta asal Rembang  yang lain.</p>
<p>Menurut dia, salah satu alasan digemarinya sirup <a href="http://www.kawista.com/">kawis</a> adalah rasanya yang `sepet`, manis, dan cukup menyegarkan.</p>
<p>Sirup kawis terbuat dari sari buah <a href="http://www.kawista.com/">kawis</a> yang merupakan kategori  jeruk-jerukan. Ukuran buahnya sedikit lebih besar dari jeruk kebanyakan.  Bentuknya berkerut dengan warna kulit buah coklat keabu-abuan dan  isinya berbulir warna hitam kecoklatan, tetapi tidak bersekat seperti  jeruk. Buah yang memiliki nama latin `<em>limonia acidissima synferonia</em>`  ini, juga memiliki aroma khas dan memang cukup banyak dijumpai di  kabupaten ini.</p>
<p>&#8220;Kami hanya bisa memperoleh buah <a href="http://www.kawista.com/">kawis</a> sebagai bahan baku pembuatan  sirup dari Rembang dan sebagian kecil wilayah di Kabupaten Pati karena<a href="http://www.kawista.com/">kawis</a> biasa tumbuh di wilayah dengan tanah berkapur,&#8221; kata Pudjiono  Hariono, pengusaha dan pemilik Toko `sirup <a href="http://www.kawista.com/">kawis</a>` Dewa Burung.</p>
<p>Menurut dia, selain sirup, limun <a href="http://www.kawista.com/">kawis</a> juga sangat diminati para  wisatawan. &#8220;Penjualan sirup <a href="http://www.kawista.com/">kawis</a> pada saat Lebaran cukup ramai,  sehingga transaksi meningkat dua kali lipat. Namun, bukan berarti  penjualan pada hari-hari biasa sepi, karena merupakan oleh-oleh khas,  penjualan tetap cenderung ramai setiap harinya,&#8221; kata Pudjiono,  didampingi Nani Novianti, istrinya.</p>
<p>Dia menyebutkan, sejak diproduksi generasi pertama atau pada masa  pengelolaan kakeknya, Njoo Thiam Kiem sekitar tahun 1900-an, sirup <a href="http://www.kawista.com/">kawis</a> kerap menjadi pilihan oleh-oleh kebanyakan wisatawan yang berkunjung di  Rembang. Sirup <a href="http://www.kawista.com/">kawis</a> khas Rembang, kata dia, bahkan sudah beredar di  kalangan warga negara Indonesia di Finlandia dan Amerika.</p>
<p>&#8220;<em>Kami belum melayani ekspor karena permintaan dalam negeri sudah  cukup tinggi. Namun, relasi kami yang sedang studi dan bekerja di dua  negara itu sering membawa sirup <a href="http://www.kawista.com/">kawis</a></em><em> sebagai oleh-oleh, sehingga sirup  kawis dikenal di sana</em>,&#8221; katanya.</p>
<p>Harga sirup <a href="http://www.kawista.com/">kawis</a> juga beragam, tergantung ukuran dan kemasannya.  Sirup <a href="http://www.kawista.com/">kawis</a> kemasan botol kaca dengan ukuran 620 ml dijual Rp17.500,  kemasan dua liter Rp54.000, dan kemasan lima liter Rp113.000.</p>
<p>Sumber: <a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/09/13/64909/Sirup-Kawis-Rembang-Oleh-oleh-Favorit-Pemudik">http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/09/13/64909/Sirup-Kawis-Rembang-Oleh-oleh-Favorit-Pemudik</a></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://kawista.com/resources/sirup-kawis-rembang-oleh-oleh-favorit-pemudik/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kawista.com/resources/sirup-kawis-rembang-oleh-oleh-favorit-pemudik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kawista, Cola van Java</title>
		<link>http://kawista.com/resources/kawista-cola-van-java/</link>
		<comments>http://kawista.com/resources/kawista-cola-van-java/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 06:30:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kawista.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liputan Media]]></category>
		<category><![CDATA[kawis]]></category>
		<category><![CDATA[kawista]]></category>
		<category><![CDATA[sirup kawis]]></category>
		<category><![CDATA[sirup kawista]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kawista.com/resources/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Trubus-Gelembung-gelembung kecil segera muncul saat minuman berwarna cokelat bening itu dituang ke gelas. Sensasi rasa yang menggigit di lidah, langsung tercecap waktu ia masuk ke rongga mulut.  Bukan, minuman itu bukan kola berkarbonasi. Itu sirup kawista asal Rembang, Jawa Tengah. Sirup itu Trubus nikmati di siang hari yang panas pada akhir Mei 2010 di kediaman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://trubus-online.co.id/"><strong>Trubus</strong></a>-Gelembung-gelembung kecil segera muncul saat minuman berwarna cokelat  bening itu dituang ke gelas. Sensasi rasa yang menggigit di lidah,  langsung tercecap waktu ia masuk ke rongga mulut.  Bukan, minuman itu  bukan kola berkarbonasi. Itu sirup <a href="http://kawista.com/">kawista</a> asal Rembang, Jawa Tengah.<br />
Sirup itu Trubus nikmati di siang hari yang panas pada akhir Mei 2010  di kediaman Imam Tohari. Segarnya segelas sirup <a href="../../">kawista</a> yang dicampur  es batu melenyapkan dahaga seketika. Sensasi yang terasa menggigit di  lidah berlanjut ke tenggorokan. Lalu beberapa detik kemudian terasa ada  gas menelusup ke hidung. Sensasi itu mirip saat meneguk minuman kola  berkarbonasi.<span id="more-20"></span></p>
<p>Sirup dari buah <a href="../../">kawista</a> Limonia acidissima memang saru dengan  minuman asal buah kola <em>Cola nitida</em>.  Bedanya kola berkarbonasi diolah dari buah kola yang banyak tumbuh di  daratan Afrika. <a href="../../">Kawista</a> tumbuh di tanah air, terutama Pulau Jawa. Pantas  sirup <a href="../../">kawista</a> kerap dijuluki java cola, atau cola van Java  alias kola  dari Jawa. ‘<em>Rasa menggigit pada minuman kola dan kawista  kemungkinan  muncul dari senyawa berbentuk kristal yang berubah menjadi gas CO<sub>2 </sub>saat  diolah</em>,’ kata Dr Ir Raffi Paramawati, ahli teknologi pangan dari Balai  Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong, Tangerang, Banten.</p>
<p><strong>Awet setahun</strong></p>
<p>Kristal itu  berupa senyawa komplek yang sifatnya menyerupai asam  karbonat sehingga menyebabkan munculnya gelembung udara saat minuman  dituang.  Sayangnya, minuman kola asli sudah jarang dijumpai di pasaran.  Kebanyakan minuman kola yang beredar menggunakan perisa kola sintetis  dan sudah melalui proses karbonasi di pabrik. ‘<em>Proses karbonasi  dilakukan dengan melarutkan gas CO<sub>2</sub> ke dalam air sehingga membentuk asam karbonat H<sub>2</sub>CO<sub>3</sub> atau soda</em>,’ tutur Dr Ir Sri Widowati MappSc, dari Balai Besar  Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Bogor, Jawa Barat.</p>
<p>Dengan begitu minuman rasa kola bisa diproduksi massal sehingga mudah  dijumpai di pasaran. Itu berbeda dengan sirup <a href="../../">kawista</a> yang hanya banyak  dijumpai di Rembang. Rembang memang sohor sebagai sentra <a href="../../">kawista</a> sejak  puluhan tahun lalu. Pohon berumur puluhan tahun tumbuh di pekarangan  penduduk di Kecamatan Lasem, Sumberejo, dan Paciran. ‘<em>Diperkirakan saat  ini ada 1.000 pohon kawista tersebar di Rembang</em>,’ tutur Suratmin,  sekretaris Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang. Kerabat  jeruk itu panen raya pada Februari &#8211; April.</p>
<p><a href="../../">Kawista</a> itu berbeda dengan <a href="../../">kawista</a> Feronia lucida yang biasa  digunakan untuk bakalan bonsai. Masyarakat menyebutnya <a href="../../">kawista</a> kerikil  karena buahnya hanya sebesar kerikil. Sedangkan buah kawista Limonia  acidissima disebut <a href="../../">kawista</a> batu.</p>
<p>Penduduk Rembang kerap mengkonsumsi buah segarnya dengan taburan  gula. Cara lain diolah menjadi sirup sehingga awet. Minuman khas itu  dibuat dengan merebus daging buah kawista bersama air. Air rebusan  disaring dengan kain halus agar sari buah dan seratnya terpisah.  Kemudian sari buah diendapkan selama 24 jam dalam wadah tertutup.</p>
<p>Setelah mengendap, air di lapisan atas dipisahkan dari endapan dan  ditambah pengental. Setelah didiamkan selama 12 jam, air sari itu  direbus sekaligus ditambahkan gula pasir. Perbandingannya 1 liter sari <a href="../../">kawista</a> : 700 g gula. Setelah mendidih, sari kawista disaring kembali  dan dimasukkan ke dalam botol.  ‘<em>Agar awet selama setahun, bisa  ditambahkan pengawet makanan natrium benzoat sebanyak 1 sendok teh untuk  1 liter sirup</em>,’ kata Imam Tohari, produsen sirup <a href="../../">kawista</a>.</p>
<p><strong>Ekspor</strong></p>
<p>Selain sirup, 3 tahun belakangan muncul olahan-olahan baru seperti  madu mongso &#8211; dodol khas Jawa berbahan dasar tape ketan &#8211; dan selai.   ‘<em>Selama ini serat kawista sisa pengolahan sirup belum pernah  dimanfaatkan, makanya saya coba-coba mengolahnya menjadi madu mongso dan  selai</em>,’ kata Imam.</p>
<p>Pemilik CV Karya Bakti Makanan dan Minuman itu membuat madu mongso  dengan memadukan serat <a href="../../">kawista</a>, tape ketan, santan, dan gula merah  yang  dipanaskan di atas api kecil sampai mengental. Rasanya manis bercampur  asam, dengan aroma buah segar. Sedangkan selai <a href="../../">kawista</a> dibuat dengan   merebus serat <a href="../../">kawista</a>, gula merah, dan air tape sampai mengental.</p>
<p>Imam memproduksi sekitar 2.500 botol sirup, 22.000 botol limun, dan  4.000 pak selai dan madumongso tiap tahun. Itu hanya cukup untuk  memenuhi kebutuhan konsumsi di sekitar Rembang saja.</p>
<p>Menurut L Agus Sukamto, peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan  Indonesia (LIPI) Bogor, sejatinya <a href="../../">kawista</a> berpotensi dikembangkan  sebagai komoditas bernilai tinggi. ‘<em>Di Sri Lanka, <a href="../../">kawista</a></em><em> diolah menjadi  minuman dan cream sebagai komoditas ekspor,</em>’ tuturnya. Buah didapat  dari tanaman yang banyak tumbuh di pekarangan rumah dan kebun.</p>
<p>Di tanahair <a href="../../">kawista</a> adaptif ditanam di daerah kering di pesisir  pantai seperti Rembang dan Jepara (Jawa Tengah), Karawang (Jawa Barat),  serta Tuban (Jawa Timur). ‘<em>Penanaman di luar Jawa seperti di Bali pun  memungkinkan asal daerah kering</em>,’ kata Agus</p>
<p><strong>Pasar Jepang</strong></p>
<p>Penanaman <a href="../../">kawista</a> kurang berkembang karena dianggap tumbuh sangat  lambat. Dalam buku Plant Resouces of South East Asia (PROSEA) disebutkan<a href="../../"> kawista</a> baru berbuah setelah umur 15 tahun. Itu jika tanaman asal biji  atau setek akar. Dengan okulasi <a href="../../">kawista</a> bisa lebih cepat tumbuh.</p>
<p>Itu dibuktikan oleh Wawan K Sarip, di Karawang, Jawa Barat. <a href="../../">Kawista</a> asal okulasi mulai belajar berbuah umur 2 tahun. Untuk menggenjot  pertumbuhan, Wawan menggunakan batang bawah rangkap 2 &#8211; 5. Dengan umur  genjah, Wawan berencana mengebunkan 200 <a href="../../">kawista</a> di Karawang, pada 2011.  Itu guna memenuhi permintaan ekspor olahan <a href="../../">kawista</a> ke Jepang.</p>
<p>Dua tahun terakhir Wawan memang getol mengolah kawista menjadi  minuman segar dan dodol. ‘<em>Tiap ikut pameran saya bisa jual 200 kemasan  dodol dan 200 botol minuman</em>,’ tutur pemilik PT Axar Qiara itu. Bahkan  produk <a href="../../">kawista</a> milik Wawan masuk dalam 10 besar produk unggulan Karawang  untuk ekspor ke Jepang. Artinya kola van java punya peluang untuk  dikembangkan. (<strong>Nesia Artdiyasa</strong>)</p>
<p>Sumber: <strong><a href="http://trubus-online.co.id/"><strong>Trubus</strong></a></strong></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://kawista.com/resources/kawista-cola-van-java/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kawista.com/resources/kawista-cola-van-java/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>704</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keras Wangi Semerbak Si Kawista</title>
		<link>http://kawista.com/resources/keras-wangi-semerbak-si-kawista/</link>
		<comments>http://kawista.com/resources/keras-wangi-semerbak-si-kawista/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 09:56:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kawista.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liputan Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kawista.com/resources/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Buah yang satu ini aslinya dari India dan di Indonesia tergolong sebagai buah yang langka. Bentuknya bulat warnanya putih sedikit cokelat kehijauan. Nyaris mirip bola batu. Hmm&#8230; jangan ditanya saat sudah masak. Aromanya sungguh wangi semerbak! Kalau banyak orang tak kenal buah kawista memang wajar. Karena buah yang satu ini sudah tergolong bua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong> &#8211; 	Buah yang satu ini aslinya dari India dan di  Indonesia tergolong sebagai buah yang langka. Bentuknya bulat warnanya  putih sedikit cokelat kehijauan. Nyaris mirip bola batu. Hmm&#8230; jangan  ditanya saat sudah masak. Aromanya sungguh wangi semerbak!<br />
Kalau  banyak orang tak kenal buah <a href="http://kawista.com">kawista</a> memang wajar. Karena buah yang satu  ini sudah tergolong bua langka. Di daerah Rembang dan sekitarnya masih  banyak ditanam pohon <a href="../../">kawista</a>. Karena itu pula di daerah ini dikenal  sebagai produsen sirop <a href="../../">kawista</a>.<span id="more-1"></span></p>
<p>Nama buah ini<em> (Limonia acidissima Feronia limonia)</em> dan dalam jenisnya tergolong sebagai jenis jeruk-jerukan. Pohonnya  tinggi dengan daun-daun yang kecil dan rindang. Buahnya  mirip buah  melon tetapi lebih kecil. Warna kulit buahnya cokelat bercorak-corak  kasar sedikit hijau kecokelatan.</p>
<p>Uniknya buah ini sangat keras  kulitnya. Jika sudah masak pohon buah ini akan menebarkan aroma sangat  wangi. Jika akan memakannya, tak ada cara lain kecuali dibanting hingga  retak atau pecah. Isi <a href="../../">kawis</a> berwarna kuning kecokelatan dengan biji-biji  seperti jambu biji dan sedikit berserabut daging buahnya.</p>
<p>Untuk  menyantapnya biasanya dikeruk langsung dengan sendok dan ditaburi gula  pasir. Karena rasa <a href="../../">kawista</a> agak asam dan tidak manis sama sekali. Bisa  juga diaduk dengan es, sedikit air dan gula pasir hingga lebih asyik  rasanya.</p>
<p>Sayang sekali kini tidak banyak lagi pohon <a href="../../">kawista</a> yang  ditanam orang. Kadang-kadang di pasar tradisional ada penjual yang  membawa buah <a href="../../">kawista</a> ini meskipun hanya beberapa buah saja. Kalau  penasaran dengan rasanya, biasa mencicipi dodol <a href="../../">kawista</a> yang banyak  dijual di toko oleh-oleh. Jika ingin tahu aroma wanginya, bisa mencicipi  sirop <a href="../../">kawista</a> yang berwarna cokelat tua dan wangi!<br />
<strong>(	dev	/	Odi	) </strong></p>
<p>Sumber : <a href="http://www.detikfood.com/read/2010/03/18/165629/1320615/482/keras-wangi-semerbak-si-kawista">http://www.detikfood.com/read/2010/03/18/165629/1320615/482/keras-wangi-semerbak-si-kawista</a>﻿</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://kawista.com/resources/keras-wangi-semerbak-si-kawista/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kawista.com/resources/keras-wangi-semerbak-si-kawista/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Identifikasi Character Impact Odorants Buah Kawista (Feronia limonia)</title>
		<link>http://kawista.com/resources/identifikasi-character-impact-odorants-buah-kawista-feronia-limonia/</link>
		<comments>http://kawista.com/resources/identifikasi-character-impact-odorants-buah-kawista-feronia-limonia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Jan 2005 05:39:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kawista.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penelitian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kawista.com/resources/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[The volatiles of the kawista fruit (wood apple) were analyzed by gas chromatography (GC) and a combined gas chromatography-mass spectrometer (GC-MS). Character impact odorants of the fruits were systematically characterized by aroma extract dilution analysis (AEDA) with GC-Olfactometry (GC-O). A total of 75 compounds were identified, including 28 esters, 11 alcohols, 10 aldehydes, 1 acetal, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>The volatiles of the kawista fruit (wood apple) were analyzed by gas  chromatography (GC) and a combined gas chromatography-mass spectrometer (GC-MS). Character impact odorants of the fruits were  systematically characterized by aroma extract dilution analysis (AEDA) with GC-Olfactometry (GC-O). A total of 75 compounds were identified,  including 28 esters, 11 alcohols, 10 aldehydes, 1 acetal, 10 ketones, 4 lactones, 1 heterocyclic, 4 aliphatic hydrocarbons, 1 furan and 5 acids.  However, only 44 volatiles were detected by GC-O. Among these, compounds with the most impact were ethyl butyrate (fruity, sweet,  banana-like) and methyl butyrate (fruit, sour) with a flavor dilution  factor of 256 and 64, respectively. <span id="more-33"></span>Based on AEDA results, butyric acid, 3-mathyl  valeric acid, 1-octen-3-ol, pentyl isobutyrate, 2-ethyl hexanoic acid, ethyl octanoate, gamma-decalactone, 2,3-pentanedione, 3-octanone,  5-methyl-3-heptanone, 9-methyl-5-undecene and (E)-2-hexenyl butyrate seem to contribute to kawista fruit flavor.</p>
<p>Selengkapnya <a href="http://iirc.ipb.ac.id/jspui/handle/123456789/9489">http://iirc.ipb.ac.id/jspui/handle/123456789/9489</a></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://kawista.com/resources/identifikasi-character-impact-odorants-buah-kawista-feronia-limonia/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kawista.com/resources/identifikasi-character-impact-odorants-buah-kawista-feronia-limonia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>306</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Morfogenesis berbagai Eksplan Kawista (Limonia acidissima L.) yang Ditumbuhkan secara Kultur Jaringan</title>
		<link>http://kawista.com/resources/morfogenesis-berbagai-eksplan-kawista-limonia-acidissima-l-yang-ditumbuhkan-secara-kultur-jaringan/</link>
		<comments>http://kawista.com/resources/morfogenesis-berbagai-eksplan-kawista-limonia-acidissima-l-yang-ditumbuhkan-secara-kultur-jaringan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 1998 05:46:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kawista.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penelitian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kawista.com/resources/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Kawista merupakan tanaman buah yang termasuk famili Rutaceae. Tanaman ini mulai langka dijumpai, padahal berpotensi besar sebagai bahan baku minuman maupun sebagai batang bawah tanaman jeruk. Tanaman muda asal biji yang dituhibuhkan secara asentis, diambil jaringan kotil, hipokotil, epikotil, ruas pertama dan daunnya untuk digunakan sebagai eksplan. Eksplan tersebut ditumbuhkan pada media dasar Murachige &#38; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><strong>Kawista</strong> merupakan tanaman buah yang termasuk famili Rutaceae. Tanaman ini mulai langka dijumpai, padahal berpotensi besar sebagai bahan baku minuman maupun sebagai batang bawah tanaman jeruk. Tanaman muda asal biji yang dituhibuhkan secara asentis, diambil jaringan kotil, hipokotil, epikotil, ruas pertama dan daunnya untuk digunakan sebagai eksplan. Eksplan tersebut ditumbuhkan pada media dasar Murachige &amp; Skoog (MS) dengan atau tanpa tambahan zat pengatur</div>
<div>tumbuh (ZPT)2,4- Dichlorophcnoxyacetic acid (2,4-D) 1 mg/l, 6- Benzylaminopurine (BA) 2 mg/l alau kombinasi 2,4-D 1 mg/l dan BA 2 r.ig/1. <span id="more-37"></span>Eksplan kolil daun dapat membentuk kalus pada semua perlakuan, kecuali kolil pada kontrol, tetapi kedua eksplan tersebut tidak ada yang membentuk tunas. Eksplan hipokotil dan epikotil membentuk kalus pada semua perlakuan dan membentuk tunas pada sebagian perlakuan. Eksplan ruas pertama membentuk kalus dan tunas pada semua perlakuan. Tingkat</div>
<div>morfogénesis yang terjadi akibat pemberian ZPT berbeda tergantung pada macam eksplan yang digunakan. Eksplan ruas pertama mempakan pilihan yang terbaik untuk mendapatkan tingkat morfogénesis yang tinggi dibanding dengan eksplan yang lain.</div>
<div>Kata kunci : <strong>kawista</strong>, kultur jaringan morfogénesis, eksplan</div>
<div></div>
<div>
<div>L. Agus Sukamto</div>
<div>Puslitbang Biologi &#8211; <strong>LIPI</strong></div>
<div>Jl. Ir. H. Juanda 18, Bogor 16122</div>
</div>
<div>
<div><em>Prosiding Seminar Biologi Menuju Milenium , Fak. Biologi UGM </em>97</div>
<div></div>
</div>
<div>Selengkapnya <a href="http://katalog.pdii.lipi.go.id/index.php/searchkatalog/downloadDatabyId/19/19.pdf">http://katalog.pdii.lipi.go.id/index.php/searchkatalog/downloadDatabyId/19/19.pdf</a></div>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://kawista.com/resources/morfogenesis-berbagai-eksplan-kawista-limonia-acidissima-l-yang-ditumbuhkan-secara-kultur-jaringan/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kawista.com/resources/morfogenesis-berbagai-eksplan-kawista-limonia-acidissima-l-yang-ditumbuhkan-secara-kultur-jaringan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>120</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

